Bukan Bintang Besar, Pemain-pemain ini justru bersinar di Piala Dunia 2026

Piala Dunia FIFA 2026 kembali membuktikan bahwa panggung sepak bola terbesar di dunia tidak selalu hanya menjadi milik para megabintang. Memang, nama-nama seperti Lionel Messi, Kylian Mbappé, Vinicius Junior, Harry Kane, hingga Erling Haaland tetap menjadi sorotan utama. Namun di balik gemerlap para pemain kelas dunia tersebut, turnamen kali ini justru melahirkan sederet kejutan dari pemain-pemain yang sebelumnya tidak terlalu difavoritkan.
Beberapa di antaranya bahkan berhasil mencuri perhatian berkat performa luar biasa yang melampaui ekspektasi. Ada yang menjadi pahlawan negaranya, ada pula yang tiba-tiba masuk radar klub-klub elite Eropa setelah tampil impresif di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Berikut deretan pemain yang benar-benar bersinar di Piala Dunia 2026 berdasarkan performa mereka hingga babak gugur awal.
Johan Manzambi, Motor Baru Timnas Swiss
Salah satu nama yang paling banyak mendapat pujian adalah Johan Manzambi. Gelandang muda Swiss itu tampil luar biasa sepanjang turnamen dan menjadi salah satu kunci keberhasilan negaranya melangkah ke babak 16 besar.
Puncak penampilannya terjadi saat Swiss mengalahkan Aljazair 2-0 pada babak 32 besar. Manzambi memberikan assist untuk gol pembuka Breel Embolo serta tampil dominan dalam mengatur tempo permainan dari lini tengah.
Hingga awal babak gugur, pemain berusia 20 tahun tersebut telah mengoleksi tiga gol dan satu assist. Pelatih Murat Yakin bahkan menyebut Manzambi berkembang sangat cepat dan mampu menjalankan berbagai peran di lini tengah dengan sangat baik.
Michael Olise Menjadi Kreator Serangan Prancis
Jika berbicara mengenai kreativitas, nama Michael Olise layak berada di daftar teratas. Winger Prancis tersebut tampil luar biasa sepanjang turnamen dengan menjadi pemimpin sementara daftar assist Piala Dunia 2026.
Olise bukan hanya piawai melewati lawan, tetapi juga sangat efektif dalam memberikan umpan-umpan matang kepada rekan setimnya. Hingga awal babak gugur, ia telah mengoleksi lima assist, menjadikannya pemain dengan kontribusi peluang terbanyak di turnamen.
Performa tersebut membuat Olise mulai dianggap sebagai salah satu kandidat pemain terbaik turnamen apabila Prancis mampu melangkah hingga fase akhir.
Deniz Undav, Senjata Rahasia Jerman
Jerman memang harus mengakhiri perjalanan lebih cepat dari yang diharapkan. Namun satu nama tetap mencuri perhatian, yakni Deniz Undav.
Menariknya, Undav tidak selalu menjadi starter. Meski lebih sering masuk dari bangku cadangan, ia mampu memberikan dampak instan bagi Die Mannschaft.
Sampai babak gugur awal, Undav telah membukukan tiga gol dan dua assist hanya dalam waktu bermain yang relatif terbatas. Efektivitasnya membuat banyak pengamat menyebutnya sebagai salah satu kejutan terbesar sepanjang turnamen, bahkan sempat masuk pembahasan kandidat penghargaan individu sebelum Jerman tersingkir.
Gilberto Mora, Wonderkid Meksiko
Usianya baru 17 tahun, tetapi Gilberto Mora bermain seperti gelandang berpengalaman. Pemain muda Meksiko tersebut menjadi salah satu alasan mengapa El Tri tampil solid hingga fase gugur. Visi bermain, ketenangan saat menguasai bola, dan kemampuan mengambil keputusan membuat Mora mendapat banyak pujian dari berbagai pengamat sepak bola.
Sejumlah media bahkan mulai menyebutnya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di dunia setelah penampilannya di Piala Dunia 2026. Ketertarikan sejumlah klub besar Eropa terhadap Mora pun semakin meningkat.
Ismael Saibari Mengangkat Maroko
Maroko kembali membuktikan bahwa pencapaian mereka pada edisi sebelumnya bukanlah kebetulan.Salah satu pemain yang tampil konsisten adalah Ismael Saibari. Gelandang serang tersebut menjadi motor permainan Maroko melalui kreativitas, mobilitas, serta keberaniannya menembus pertahanan lawan.
Penampilannya bahkan mendapat pujian langsung dari Lamine Yamal yang menyebut Saibari sebagai salah satu pemain favoritnya sepanjang turnamen. Saibari juga menjadi salah satu pemain yang paling sering menciptakan peluang bagi timnya.
Vozinha, Bukti Usia Hanya Angka
Tidak semua pemain yang bersinar merupakan talenta muda. Kiper Cape Verde, Vozinha, justru menjadi salah satu kisah paling inspiratif di Piala Dunia 2026. Di usia 40 tahun, ia tampil luar biasa dengan melakukan sederet penyelamatan penting yang membuat negaranya mampu bersaing menghadapi lawan-lawan kuat.
Banyak pendukung sepak bola yang sebelumnya tidak mengenal namanya. Namun setelah beberapa pertandingan, Vozinha berubah menjadi salah satu penjaga gawang yang paling banyak dibicarakan sepanjang turnamen. Penampilannya membuktikan bahwa pengalaman tetap menjadi senjata berharga di level tertinggi sepak bola dunia.
Jordan Bos Menjadi Pemain Tercepat Turnamen
Australia juga memiliki kejutan melalui Jordan Bos. Bek sayap tersebut bukan hanya tampil disiplin dalam bertahan, tetapi juga mencatat kecepatan lari tertinggi di Piala Dunia 2026, bahkan mengungguli nama-nama terkenal seperti Kylian Mbappé maupun Erling Haaland. Kecepatannya menjadi salah satu senjata utama Australia dalam melakukan serangan balik sekaligus membantu timnya menembus fase gugur.
Cape Verde dan DR Kongo Ikut Mencuri Perhatian
Selain pemain individu, sejumlah negara yang sebelumnya kurang diunggulkan juga menghadirkan banyak kejutan. Cape Verde mampu menjadi lawan yang sangat menyulitkan tim-tim besar berkat organisasi permainan yang disiplin dan pertahanan yang kokoh. Bahkan pelatih Argentina Lionel Scaloni secara terbuka mengingatkan timnya agar tidak meremehkan kekuatan Cape Verde menjelang duel babak 32 besar.
Sementara itu, DR Kongo juga menunjukkan perkembangan signifikan. Meski akhirnya disingkirkan Inggris, mereka sempat memberikan perlawanan sengit dan nyaris menciptakan salah satu kejutan terbesar di fase gugur.
Panggung yang Selalu Melahirkan Bintang Baru
Piala Dunia memang selalu menjadi tempat lahirnya bintang-bintang baru. Turnamen edisi 2026 kembali membuktikan bahwa reputasi bukanlah jaminan kesuksesan, sementara pemain yang datang tanpa sorotan justru mampu mencuri perhatian dunia melalui kerja keras dan performa konsisten.
Nama-nama seperti Johan Manzambi, Michael Olise, Deniz Undav, Gilberto Mora, Ismael Saibari, Vozinha, hingga Jordan Bos menjadi bukti bahwa sepak bola selalu menghadirkan kisah yang sulit diprediksi. Mereka bukan hanya membantu negaranya melangkah sejauh mungkin, tetapi juga berhasil meningkatkan reputasi mereka di level internasional.
Dengan turnamen yang masih berlangsung, bukan tidak mungkin akan muncul lagi pemain-pemain baru yang mengikuti jejak mereka. Sejarah Piala Dunia selalu menyimpan ruang bagi kejutan, dan edisi 2026 tampaknya kembali menegaskan bahwa bintang terbesar tidak selalu menjadi satu-satunya pusat perhatian.



