Hansi Flick Ukir Rekor Sempurna Di 8 Final Tak Terkalahkan
Hansi Flick telah mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pelatih dengan sentuhan emas di dunia sepak bola modern. Pelatih asal Jerman ini berhasil mencatatkan rekor luar biasa dengan memenangkan delapan trofi dari delapan laga final yang ia jalani sepanjang karier manajerialnya, sebuah pencapaian sempurna yang berlanjut hingga kesuksesan instan bersama FC Barcelona.
Kedatangan Flick ke Camp Nou pada musim panas 2024 sempat dipandang sebagai perjudian besar. Namun, dalam waktu singkat, ia berhasil mengubah mentalitas skuad Blaugrana yang sempat terpuruk menjadi mesin pemenang yang sangat efektif di partai puncak, termasuk kemenangan terbaru di Supercopa de España 2026.
Reputasi Flick sebagai spesialis laga final dimulai saat ia mengambil alih Bayern Muenchen pada 2019. Hanya dalam kurun waktu satu tahun, ia mempersembahkan sextuple, yakni enam trofi dalam satu tahun kalender. Di Bayern, Flick menjalani lima laga final—DFB Pokal, Liga Champions, Piala Super UEFA, Piala Super Jerman, dan Piala Dunia Antarklub—dan menyapu bersih semuanya dengan kemenangan.
Di Barcelona, Flick membuktikan bahwa kesuksesannya bukan karena faktor keberuntungan satu klub semata. Ia membawa gaya main high-pressing yang agresif dan fisik yang tangguh ke La Liga. Keberhasilannya memenangkan final domestik seperti Supercopa de España dan Copa del Rey melawan rival abadi, Real Madrid, semakin mempertegas dominasinya. AcehGround mencatat bahwa kemenangan atas Real Madrid di Supercopa de España 2026 menjadi final kedelapan yang berhasil dimenangkan Flick.
2020 Bayern Munich DFB Pokal Bayer Leverkusen 4-2
2020 Bayern Munich Liga Champions Paris Saint-Germain 1-0
2020 Bayern Munich Piala Super UEFA Sevilla 2-1
2020 Bayern Munich DFL-Supercup Borussia Dortmund 3-2
2021 Bayern Munich Piala Dunia Antarklub Tigres UANL 1-0
2025 Barcelona Supercopa de Espana Real Madrid 5-2
2025 Barcelona Copa del Rey Real Madrid 3-2
2026 Barcelona Supercopa de Espana Real Madrid 3-2
Kunci sukses Flick terletak pada pendekatannya yang tidak kenal kompromi. Ia menuntut intensitas tinggi selama 90 menit penuh. Di Barcelona, ia berhasil memaksimalkan potensi pemain muda seperti Lamine Yamal dan Fermin Lopez, sembari menjaga keseimbangan dengan pemain senior seperti Robert Lewandowski.
Kemampuan Flick dalam membaca jalannya pertandingan di babak kedua sering kali menjadi pembeda. Dalam delapan final tersebut, tim asuhannya selalu menunjukkan ketenangan mental meskipun berada di bawah tekanan tinggi, sebuah atribut yang kini sangat melekat pada skuad Barcelona-nya.